PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK
“Pertumbuhan dan Perkembangan Serta Faktor yang
Mempengaruhinya”
Nama
: Serly H. Ouduil
NIM
: 7152035
Prodi
: Bahasa Inggris
UNIVERSITAS TRIBUANA KALABAHI
2015
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha
Esa, yang atas rahmat-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah
yang berjudul “ Perkembangan Peserta Didik”.
Dalam penulisan makalah ini saya merasa masih banyak
kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan
yang saya miliki. Untuk itu, kritik dan saran dari semua pihak sangat saya
harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.
Dalam penulisan makalah ini saya menyampaikan ucapan
terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang membantu dalam
menyelesakan makalah ini, khususnya kepada Dosen yang telah memberikan tugas
dan petunjuk kepada saya, sehingga saya dapat menyelesaikan tugas ini.
Kalabahi, 16 Juni 2015
Penulis
i
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ...................................................................................................... i
Daftar Isi................................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN................................................................................... 1
A. Latar Belakang........................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah...................................................................................... 2
C. Tujuan........................................................................................................ 2
BAB II
PEMBAHASAN..................................................................................... 3
A.
Pengertian
pertumbuhan dan perkembangan.............................................. 3
B.
Faktor yang
mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan................... 5
C.
Pengaruh
pertumbuhan dan perkembangan terhadap anak........................ 9
BAB III PENUTUP……………………………………………………………10
A.
Kesimpulan………………………………………………………………10
B.
Saran…………………………………………………………………….10
Daftar Pustaka…………………………………………………………………..11
ii
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Manusia hidup tidaklah secara permanen,
melainkan terus berubah-ubah. Mulai dari pembuahan, menjadi janin, bayi, lahir,
dewasa, dan akhirnya mati. Saat bayi lahir, belum memiliki kemampuan apapun
kecuali menangis. Dengan cara berinteraksi secara terus-menerus dengan lingkungan
sekitar, bayi akan lebih menyempurnakan diri, hingga bayi tersebut mengalami
perubahan fisik sampai menjadi lebih seimbang.Seiring berjalannya waktu, bayi
tersebut terus mengalami perubahan. Perilaku dan keterampilannya juga semakin
berkembang. Bayi tersebut mulai bisa melakukan hal-hal tertentu, seperti
membalikan badan, duduk, merangkak, berdiri dan akhirnya bisa berjalan dan
berlari
Perkembangan dan pertumbuhan merupakan
hal yang penting untuk kita pelajari dan kita pahami. Banyak para pendidik dan
orang tua yang belum memahami perkembangan-perkembangan anak. Sehingga masih
ada pendidik dan orang tua yang menerapkan sistem pembelajaran tanpa melihat
perkembangan anak. Hal ini akan berakibat adanya ketidak seimbangan antara
system pembelajaran dengan perkembangan anak yang akan menyulitkannya untuk
mengikuti system pembelajaran yang ada. Dengan mengetahui faktor-faktor
perkembangan dan pertumbuhan anak diharapkan kita akan mudah mengetahui system
pembelajaran yang efektif, efisien, terarah dan sesuai dengan perkembangan
anak.
Untuk mengembangkan potensi anak didik
dan menciptakan generasi-generasi masa depan yang berkualitas, maka diperlukan
adanya pemahaman tentang perkembangan dan pertumbuhan anak. Dengan demikian,
sebagai pendidik kita diharuskan mengetahui dan memahami perkembangan dan
pertumbuhanpeserta.
1
B.
Rumusan
Masalah
Adapun rumusan masalah dari makalah adalah
sebagai berikut :
1.
Apa yang dimaksud dengan pertumbuhan dan
perkembangan?
2.
Faktor apa saja yang mempengaruhi pertumbuhan
dan perkembangan anak?
3.
Bagaimana pengaruh pertumbuhan dan perkembangan
anak dalam belajar?
C.
Tujuan
Tujuan
pembuatan makalah ini adalah agar rekan-rekan mahasiswa sebagai calon guru
dapat mengetahui dan memahami tentang pertumbuhan dan perkembangan anak
(peserta didik) dan faktor yang mempengaruhinya serta pengaruhnya dalam
belajar.
2
BAB II
PEMBAHASAN
1.
Pengertian
Pertumbuhan dan Perkembangan
1.1 Pengertian Pertumbuhan
Kehidupan manusia dihubungkan dalam dua
proses yang terus-menerus dan bekelanjutan, kedua proses itu ialah pertumbuhan
dan perkembangan. Kedua proses ini saling bergantung satu dengan lainnya. Dalam
pribadi manusia, baik yang jasmaniah maupun yang rohaniah, terdapat dua bagian
yang berbeda sebagai kondisi yang menjadikan pribadi manusia berubah menuju ke
arah kesempurnaan. Adapun dua bagian kondisional pribadi manusia itu meliputi:
a. Bagian pribadi materiil yang kuantitatif, dan
b. Bagian pribadi fungsional yang kualitatif.
Kenyataan
itulah yang melahirkan perbedaan konsep antara pertumbuhan dan
perkembangan.Bagian pribadi materiil yang kuantitatif mengalami pertumbuhan,
sedangkan bagian pribadi fungsional yang kualitatif mengalami perkembangan.
Uraian ini kiranya cukup memberikan bayangan tentang perbedaan pengertian
antara pertumbuhan dan perkembangan.
Definisi
pertumbuhan ialah perubahan secara fisiologis dari hasil proses kematangan
fungsi-fungsi jasmani sebagai akibat dari adanya pengaruh lingkungan. Pertumbuhan
dapat diartikan sebagai proses berubahnyakeadaan jasmaniah (fisik) yang
turun-temurun dalam bentuk proses aktif yang berkesinambungan.
Pertumbuhan dapat diartikan sebagai
perubahan kuantitatif pada materiil sesuatu sebagai akibat dari adanya pengaruh
lingkungan. Perubahan kuantitatif ini dapat berupa pembesaran atau pertambahan
dari tidak ada menjadi ada, dari kecil menjadi besar, dari sedikit menjadi
banyak, dari sempit menjadi luas, dan sebagainya.
3
1.2 Pengertian Perkembangan
Perkembangan
merupakan suatu perubahan, dan perubahan ini tidak
bersifat kuantitatif, melainkan kualitatif. Perkembangan tidak ditekankan pada
segi materi, melainkan pada segi fungsional. Dari uraian ini, perkembangan dapat diartikan
sebagai perubahan kualitatif dari fungsi-fungsi. Ini berarti bahwa perkembangan bukan sekedar penambahan tiap senti pada
tringgi badan seseorang atau kemampuan seseorang, melainkan suatu proses
integrasi dari banyak struktur dan fungsi yang kompleks.
Perkembangan individu
dapat diartikansebagai perubahan yang sistematis, progresif dan
berkesinambungan dalam diri individu sejak lahir hingga akhir hayatnya atau
dapat diartikan pula sebagai perubahan-perubahan yang dialami individu menuju
tingkat kedewasaan atau kematangan.
Kalau kita teliti
buku-buku yang membicarakan masalah ini, maka akan ternyata, bahwa jawaban para
ahli terhadap pertanyaan “apakah perkembangan itu” adalah bermacam-macam
sekali. Akan tetapi betapapun juga berbeda-bedanya pendapat para ahli tersebut,
namun semuanya mengakui bahwa perkembangan itu adalah suatu perubahan;
perubahan ke arah yang lebih maju, lebih dewasa. Secara teknis, perubahan
tersebut biasanya disebut proses. Jadi pada garis besarnya para ahli
sependapat, bahwa perkembangan itu adalah suatu proses.
Perubahan suatu fungsi
adalah disebabkan oleh adanya proses pertumbuhan materi yang memungkinkan
adanya fungsi itu, dan di samping itudisebabkan oleh perubahan tingkah laku
hasil belajar. Dengan demikian, kita boleh merumuskan pengertian perkembangan
pribadi sebagai perubahan kualitatif dari setiap fungsi kepribadian akibat
pertumbuhan dan belajar.
4
Dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan :
bertambah besar dalam aspek fisik akibat bertambahnya jumlah sel-sel tubuh dan
jumlah zat interseluler. Pertumbuhan itu sendiri dapat diukur dalam satuan cm
atau inch untuk menyatakan panjang dan kg atau pound untuk menyatakan berat.
Perkembangan : bertambahnya ketrampilan dan fungsi dalam hal yang
kompleks sesuai dengan tingkatan umurnya.
-
Perbedaan
Pertumbuhan dan Perkembangan
Pertumbuhan memiliki ciri-ciri
sebagai berikut:
1. Dalam
pertumbuhan akan terjadi perubahan ukuran dalam hal bertambahnya ukuran fisik,
seperti berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, lingkar lengan, lingkar
dada, dan lain- lain.
2. Dalam pertumbuhan dapat terjadi
perubahan proporsi yang dapat terlihat pada proporsi fisik atau organ manusia
yang muncul mulai dari masa konsepsi hingga dewasa.
3. Pada pertumbuhan dan perkembangan
terjadi hilangnya ciri-ciri lama yang ada selama masa pertumbuhan, seperti
hilangnya kelenjar timus, lepasnya gigi susu, atau hilangnya refleks-refleks
tertentu.
4. Dalam
pertumbuhan terdapat ciri baru yang secara perlahan mengikuti proses
kematangan, seperti adanya rambut pada daerah aksila, pubis, atau dada.
Perkembangan memiliki ciri-ciri
sebagai berikut:
1. Perkembangan
selalu melibatkan proses pertumbuhan yang diikuti dari perubahan fungsi,
seperti perkembangan sistem reproduksi akan diikuti perubahan pada fungsi alat
kelamin.
2. Perkembangan memiliki pola yang
konstan dengan hukum tetap, yaitu perkembangan dapat terjadi dari daerah kepala
menuju ke arah kaudal atau dari bagian proksimal ke bagian distal.
5
3. Perkembangan
memiliki tahapan yang berurutan mulai dari kemampuan melakukan hal yang
sederhana menuju kemampuan melakukan hal yang sempurna.
4. Perkembangan setiap individu
memiliki kecepatan pencapaian perkembangan yang berbeda.
5. Perkembangan
dapat menentukan pertumbuhan tahap selanjutnya, di mana tahapan
perkembangan harus melewati tahap demi tahap (Narendra, 2002).
2. Faktor
yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan
2.1
Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan
Pada dasarnya pertumbuhan manusia
itu berbeda satu dengan yang lainnya karena mereka memiliki perbedaan genetic
dan asupan dari masing-masing manusia. Sehingga bisa dikatakan bahwa faktor
dari pertumbuhan manusia itu sendiri merupakan hal penting dalam perkembangan
manusia . Faktor-faktornya adalah :
1. Faktor Genetik (Keturunan)
Faktor ini merupakan factor utama yang dimiliki oleh
seorang manusia dalam awal pertumbuhannya. Faktor ini sangat berpengaruh dalam
proses pertumbuhannya dari bayi sampai dewasa. Biasanya factor genetic ini
susah untuk diubah, karena sudah terbentuk dan melekat pada si manusia sejak
mereka lahir. Dan sekalipun bisa diubah itu memerlukan waktu yang cukup lama
untuk mengubahnya. Contoh factor-faktor genetic manusia ; postur tubuh, warna
rambut, warna kulit, sifat, tempramen dan lain-lain.
2. Faktor Asupan
Faktor ini juga mempengaruhi dalam proses
pertumbuhan manusia. Dengan pemberian asupan seperti makanan, vitamin, buah-buahah,
sayuran, dll secara teratur dalam proses pertumbuhannya maka akan terbentuklah
manusia yang sehat, baik sehat fisik dan
sehat psikis. Asupan juga berpengaruh dengan cara berfikir, pertumbuhan badan,
dan lain-lain.
6
3.
Faktor
Lingkungan
Setelah kedua factor diatas telah dilewati segeralah
anda mengetahui factor yang satu ini, factor lingkungan merupakan cara
pembelajaran para manusia dalam pembangunan karakter secara alamiah dengan kata
lain proses belajarnya secara otomatis. Maka dengan itu lingkungan berpengaruh
dalam pembangunan sifat dan karakter mereka. Apabila factor gen dan asupan
mereka telah terpenuhi dengan baik tetapi ia bergaul dan hidup dilingkungan
yang salah (tidak baik) maka akan menghasilkan manusia yang tidak baik pula.
Sedangkan faktor pertumbuhan organisme pada manusia,
diantaranya yaitu:
1)
Faktor sebelum
lahir
Misalnya
peristiwa kekurangan nutrisi pada ibu dan janin, janin terkena virus, keracunan
sewaktu bayi ada dalam kandungan, terkena infeksi oleh bakteri virus dan
lain-lain
2)
Faktor ketika
lahir
Antara lain :
pendaran pada bagian kepala bayi yang disebabkanoleh tekanan dari dinding rahim
ibu sewaktu ia dilahirkan.
3)
Faktor sesudah lahir
Antar lain:
pengalaman traumatik pada kepala, kepala bagian dalam terluka, kepala terpukul
atau mengalami serangan sinar matahari.
4)
Faktor psikologis
Misalnya bayi
yang ditinggal ibu, ayah atau kedua orangtuanya. Sebab lain ialah dibesarkan
didalam institusional sehingga kurang mendapat perawatan jasmaniah dan cinta
kasih. Anak-anak tersebut kemungkinan besar mengalami kehampaan jiwa, sehingga
mengakibatkan kelambatan pertumbuhan fungsi jasmani dan rohani terutama
perkembangan inteligensi dan emosi.
7
2.2
Faktor yang mempengaruhi
perkembangan
Perkembangan anak tidak berlangsung
secara makanis-otomatis sebab perkembangan terjadi sangat bergantung pada
beberapa faktor secara simultan. Faktor tersebut antara lain :
1. Faktor hereditas (warisan sejak lahir/ bawaan)
Hereditas merupakan factor pertama yang mempengaruhi
perkembangan individu. Dalam hal ini hereditas diartikan sebagai totalitas karakteristik
individu yang diwariskan orangtua kepada anak, atau segala potensi, baik fisik
maupun psikis yang dimiliki individu sejak masa konsepsi (pembuahan ovum oleh
sperma) sebagai pewarisan dari pihak orangtua melalui gen-gen.
2. Faktor lingkungan
Urie Bronfrenbrenner & Ann Crouter mengemukakan
bahwa lingkungan perkembangan merupakan “berbagai peristiwa, situasi atau
kondisi di luar organism yang diduga mempengaruhi atau dipengaruhi oleh
perkembangan individu”. Lingkungan ini terdiri atas:
a.
Fisik, yaitu meliputi
segala sesuatu dari molekul yang ada di sekitar janin sebelum lahir sampai
kepada rancangan arsitektur suatu rumah.
b.
Sosial, yaitu
meliputi seluruh manusia yang secara potensial mempengaruhi dan dipengaruhi
oleh perkembangan individu.
c.
Kematangan fungsi-fungsi
organis dan psikis, Kematangan merupakan fase perubahan yang dialami oleh
individu karena pengaruh genetic dan berlangsung secara bertahap.
d.
|
Aktifitas anak sebagai
subyek bebas yang berkemauan, kemampuan seleksi, bisa menolak atau menyetujui,
punya emosi, serta usaha membangun diri sendiri .Setiap fenomena atau gejala
perkembangan anak merupakan produk dari kerjasama dan pengaruh timbal balik
antara potensialitas hereditas dengan faktor-faktor lingkungan. Sehingga
perkembangan merupakan produk dari pertumbuhan berkat pematangan fungsi-fungsi
fisik, pematangan fungsi-fungsi fisik, pematangan fungsi-fungsi psikis dan
usaha belajar oleh subyek anak dalam mencobakan segenap potensialitas rohani
dan jasmaninya.
3. Pengaruh
pertumbuhan dan perkembangan terhadap belajar anak
Dalam belajar yang terlihat bukan
hanya kegiatan fisik, tetapi diikuti oleh proses mental. Kegiatan fisik
mempunyai arti penting dalam kegiatan belajar. Keberhasilan anak melewati fase
pertumbuhan fisik membuat anak menjadi orang yang siap secara fisik. Proses
perkembangan fisik anak berlangsung kurang lebih selama dua dekade (dasawarsa)
sejak ia lahir. Lonjakan perkembangan terjadi pada masa anak menginjak usia
remaja antara 12 atau 13 tahun hingga 21 atau 22 tahun. Pada saat perkembangan
berlangsung, beberapa bagian jasmani seperti kepala dan otak yang pada waktu
dalam rahim berkembang tidak seimbang (tidak secepat badan dan kaki), mulai
menunjukkan perkembangan yang cukup berarti hingga bagian-bagian lainnya
menjadi matang. (Muhibbin Syah, 1999:13)
Seiring dengan meningkatnya usia
anak, gerakan anak pun semakin lincah. Anak sudah mampu memanfaatkan anggota
tubuhnya untuk mempelajari keterampilan-keterampilan tertentu. Keterampilan
indrawi-jasmani adalah satu keterampilan yang memerlukan koordinasi dan organisasi
psikofisik anak, misalnya keterampilan menggambar, diterapkan agar anak tidak
hanya menggambar saja tetapi juga menggambar apa yang ada pada imajinasinya
atau ide masing-masing.
Selain perkembangan fisik yang
mempengaruhi belajar anak, yang tidak kalah penting mempengaruhi belajar anak
adalah perkembangan kognitif. Istilah kognitif berasal dari kata cognition yang
padanannya knowing berarti mengetahui, dalam arti luas kognitif adalah
perolehan, penataan dan penggunaan pengetahuan.
|
Sebagian besar
psikolog, terutama psikolog kognitif berkeyakinan bahwa proses perkembangan
kognitif manusia mulai berlangsung sejak ia baru lahir. Bekal dan modal dasar
perkembangan manusia, yaitu kapasitas motor dan kapasitas sensori sampai batas
tertentu dipengaruhi oleh kognitif.
Melalui pancaindera anak melakukan
aktivitas kognitif untuk mendapatkan pengalaman langsung dalam kehidupan
sehari-hari di lingkungan sosialnya. Kesan dari pengalaman langsung itu tidak
akan hilang dari ingatan meski anak sudah meninggalkan objek sebenarnya. Ini
artinya anak dapat menyimpan objek yang telah hilang dan menggantikannya dalam
bentuk representasi mental. Inilah yang menurut Jean Piaget
(18961-980), seorang pakar terkemuka dalam disiplin psikologi kognitif dan
psikolog anak yang disebut object permanence (ketetapan benda), yaitu
anggapan bahwa sebuah benda akan tetap ada walaupun sudah ditinggalkan atau tidak
dilihat lagi. Menurutnya keracuan skema tidak dapat dihindari, efeknya justru
menjadi penghalang dalam pembentukan struktur-struktur mental berikutnya. Skema
dari Piaget ini dapat disejajarkan dengan istilah “struktur kognitif”, yaitu
mengingat pengetahuan mengenai mata pelajaran yang cenderung diorganisasi
atau disusun secara berturut dan hierarki, apa yang telah diketahui anak dan
sejauh mana anak mengetahuinya jelas mempengaruhi kesiapan anak mempelajari
hal-hal baru.
Dalam belajar, semakin baik struktur
kognitif yang dilakukan oleh anak, maka semakin mapanlah penguasaan anak atas
bahan pelajaran yang telah dikuasai. Agar struktur kognitif dapat dibentuk
dengan baik di dalam memori, anak dapat menggunakan “jembatan logika” dalam
belajar. Kemampuan berpikir anak dipengaruhi kapasitas inteligensi sebagai
potensi yang bersifat bawaan. Kualitas inteligensi anak mempengaruhi kemampuan
anak untuk membentuk struktur kognitif.
|
Dapat
disimpulkan bahwa pertumbuhan dan perkembangan anak sangat berpengaruh terhadap
belajar anak karena semakin baik struktur kognitif yang dilakukan oleh anak,
maka semakin mapanlah penguasaan anak atas bahan pelajaran yang telah dikuasai.
Hal ini disebabkan intelegensi yang mempengaruhi kemampuan berpikirnya.
BAB III
KESIMPULAN
A. Kesimpulan
Pertumbuhan : bertambah besar dalam aspek fisik akibat bertambahnya
jumlah sel-sel tubuh dan jumlah zat interseluler. Perkembangan : bertambahnya ketrampilan dan
fungsi dalam hal yang kompleks sesuai dengan tingkatan umurnya. Faktor yang
mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan adalah: faktor heredokonstitusionil
(jenis kelamin, ras, keluarga, umur) dan faktor lingkungan baik itu prenatal
maupun pascanatal.
Pertumbuhan dan perkembangan anak sangat berpengaruh
terhadap belajar anak karena semakin baik struktur kognitif yang dilakukan oleh
anak, maka semakin mapanlah penguasaan anak atas bahan pelajaran yang telah
dikuasai.
B.
Saran
Bagi rekan-rekan mahasiswa sebagai calon guru, diharapkan
untuk mengetahui dam memahami tentang pertumbuhan dan perkembangan anak, karena
pertumbuhan dan perkembangan sangat berpengaruh terhadap belajar anak.
11
DAFTAR PUSTAKA
Imanbella,https://imanbella.wordpress.com/tugas-tugas-2/makalah-faktor-faktor- yang-mempengaruhi-pertumbuhan-dan-perkembangan-anak/.
Diakses pada tanggal 24 februari
2015.
Maria,http://mariabans.blogspot.com/2012/05/pertumbuhan-dan-perkembangan.html.
Diakses pada tanggal 24 februari 2015.
12
Tidak ada komentar:
Posting Komentar