Kamis, 25 Juni 2015

“Pertumbuhan dan Perkembangan Serta Faktor yang Mempengaruhinya”

PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK
“Pertumbuhan dan Perkembangan Serta Faktor yang Mempengaruhinya”

 







Nama               : Serly H. Ouduil
NIM                : 7152035
Prodi               : Bahasa Inggris



UNIVERSITAS TRIBUANA KALABAHI
2015

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang atas rahmat-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “ Perkembangan Peserta Didik”.
Dalam penulisan makalah ini saya merasa masih banyak kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang saya miliki. Untuk itu, kritik dan saran dari semua pihak sangat saya harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.
Dalam penulisan makalah ini saya menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesakan makalah ini, khususnya kepada Dosen yang telah memberikan tugas dan petunjuk kepada saya, sehingga saya dapat menyelesaikan tugas ini.




Kalabahi, 16 Juni 2015

Penulis





i


DAFTAR ISI

Kata Pengantar ...................................................................................................... i
Daftar Isi................................................................................................................. ii
BAB  I  PENDAHULUAN................................................................................... 1
A.    Latar Belakang........................................................................................... 1
B.     Rumusan Masalah...................................................................................... 2
C.     Tujuan........................................................................................................ 2
BAB  II PEMBAHASAN..................................................................................... 3
A.    Pengertian pertumbuhan dan perkembangan.............................................. 3
B.     Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan................... 5
C.     Pengaruh pertumbuhan dan perkembangan terhadap anak........................ 9

BAB III PENUTUP……………………………………………………………10
A.    Kesimpulan………………………………………………………………10
B.     Saran…………………………………………………………………….10
Daftar Pustaka…………………………………………………………………..11






ii
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
        Manusia hidup tidaklah secara permanen, melainkan terus berubah-ubah. Mulai dari pembuahan, menjadi janin, bayi, lahir, dewasa, dan akhirnya mati. Saat bayi lahir, belum memiliki kemampuan apapun kecuali menangis. Dengan cara berinteraksi secara terus-menerus dengan lingkungan sekitar, bayi akan lebih menyempurnakan diri, hingga bayi tersebut mengalami perubahan fisik sampai menjadi lebih seimbang.Seiring berjalannya waktu, bayi tersebut terus mengalami perubahan. Perilaku dan keterampilannya juga semakin berkembang. Bayi tersebut mulai bisa melakukan hal-hal tertentu, seperti membalikan badan, duduk, merangkak, berdiri dan akhirnya bisa berjalan dan berlari
        Perkembangan dan pertumbuhan merupakan hal yang penting untuk kita pelajari dan kita pahami. Banyak para pendidik dan orang tua yang belum memahami perkembangan-perkembangan anak. Sehingga masih ada pendidik dan orang tua yang menerapkan sistem pembelajaran tanpa melihat perkembangan anak. Hal ini akan berakibat adanya ketidak seimbangan antara system pembelajaran dengan perkembangan anak yang akan menyulitkannya untuk mengikuti system pembelajaran yang ada. Dengan mengetahui faktor-faktor perkembangan dan pertumbuhan anak diharapkan kita akan mudah mengetahui system pembelajaran yang efektif, efisien, terarah dan sesuai dengan perkembangan anak.
       Untuk mengembangkan potensi anak didik dan menciptakan generasi-generasi masa depan yang berkualitas, maka diperlukan adanya pemahaman tentang perkembangan dan pertumbuhan anak. Dengan demikian, sebagai pendidik kita diharuskan mengetahui dan memahami perkembangan dan pertumbuhanpeserta.
1
B.     Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari makalah adalah sebagai berikut :
1.      Apa yang dimaksud dengan pertumbuhan dan perkembangan?
2.      Faktor apa saja yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan          anak?
3.      Bagaimana pengaruh pertumbuhan dan perkembangan anak dalam belajar?

C.    Tujuan
      Tujuan pembuatan makalah ini adalah agar rekan-rekan mahasiswa sebagai calon guru dapat mengetahui dan memahami tentang pertumbuhan dan perkembangan anak (peserta didik) dan faktor yang mempengaruhinya serta pengaruhnya dalam belajar.









2
BAB II
PEMBAHASAN

1.      Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan

1.1    Pengertian Pertumbuhan
       Kehidupan manusia dihubungkan dalam dua proses yang terus-menerus dan bekelanjutan, kedua proses itu ialah pertumbuhan dan perkembangan. Kedua proses ini saling bergantung satu dengan lainnya. Dalam pribadi manusia, baik yang jasmaniah maupun yang rohaniah, terdapat dua bagian yang berbeda sebagai kondisi yang menjadikan pribadi manusia berubah menuju ke arah kesempurnaan. Adapun dua bagian kondisional pribadi manusia itu meliputi:
a.       Bagian pribadi materiil yang kuantitatif, dan
b.      Bagian pribadi fungsional yang kualitatif.
Kenyataan itulah yang melahirkan perbedaan konsep antara pertumbuhan dan perkembangan.Bagian pribadi materiil yang kuantitatif mengalami pertumbuhan, sedangkan bagian pribadi fungsional yang kualitatif mengalami perkembangan. Uraian ini kiranya cukup memberikan bayangan tentang perbedaan pengertian antara pertumbuhan dan perkembangan.
Definisi pertumbuhan ialah perubahan secara fisiologis dari hasil proses kematangan fungsi-fungsi jasmani sebagai akibat dari adanya pengaruh lingkungan. Pertumbuhan dapat diartikan sebagai proses berubahnyakeadaan jasmaniah (fisik) yang turun-temurun dalam bentuk proses aktif yang berkesinambungan.
     Pertumbuhan dapat diartikan sebagai perubahan kuantitatif pada materiil sesuatu sebagai akibat dari adanya pengaruh lingkungan. Perubahan kuantitatif ini dapat berupa pembesaran atau pertambahan dari tidak ada menjadi ada, dari kecil menjadi besar, dari sedikit menjadi banyak, dari sempit menjadi luas, dan sebagainya.
3
1.2    Pengertian Perkembangan
Perkembangan merupakan suatu perubahan, dan perubahan ini tidak bersifat kuantitatif, melainkan kualitatif. Perkembangan tidak ditekankan pada segi materi, melainkan pada segi fungsional. Dari uraian ini, perkembangan dapat diartikan sebagai perubahan kualitatif dari fungsi-fungsi. Ini berarti bahwa perkembangan bukan sekedar penambahan tiap senti pada tringgi badan seseorang atau kemampuan seseorang, melainkan suatu proses integrasi dari banyak struktur dan fungsi yang kompleks.
    Perkembangan individu dapat diartikansebagai perubahan yang sistematis, progresif dan berkesinambungan dalam diri individu sejak lahir hingga akhir hayatnya atau dapat diartikan pula sebagai perubahan-perubahan yang dialami individu menuju tingkat kedewasaan atau kematangan.
         Kalau kita teliti buku-buku yang membicarakan masalah ini, maka akan ternyata, bahwa jawaban para ahli terhadap pertanyaan “apakah perkembangan itu” adalah bermacam-macam sekali. Akan tetapi betapapun juga berbeda-bedanya pendapat para ahli tersebut, namun semuanya mengakui bahwa perkembangan itu adalah suatu perubahan; perubahan ke arah yang lebih maju, lebih dewasa. Secara teknis, perubahan tersebut biasanya disebut proses. Jadi pada garis besarnya para ahli sependapat, bahwa perkembangan itu adalah suatu proses.
       Perubahan suatu fungsi adalah disebabkan oleh adanya proses pertumbuhan materi yang memungkinkan adanya fungsi itu, dan di samping itudisebabkan oleh perubahan tingkah laku hasil belajar. Dengan demikian, kita boleh merumuskan pengertian perkembangan pribadi sebagai perubahan kualitatif dari setiap fungsi kepribadian akibat pertumbuhan dan belajar.





4
Dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan : bertambah besar dalam aspek fisik akibat bertambahnya jumlah sel-sel tubuh dan jumlah zat interseluler. Pertumbuhan itu sendiri dapat diukur dalam satuan cm atau inch untuk menyatakan panjang dan kg atau pound untuk menyatakan berat.
Perkembangan : bertambahnya ketrampilan dan fungsi dalam hal yang kompleks sesuai dengan tingkatan umurnya.

-          Perbedaan Pertumbuhan dan Perkembangan
Pertumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1.  Dalam pertumbuhan akan terjadi perubahan ukuran dalam hal bertambahnya ukuran fisik, seperti berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, lingkar lengan, lingkar dada, dan lain- lain.
2. Dalam pertumbuhan dapat terjadi perubahan proporsi yang dapat terlihat pada proporsi fisik atau organ manusia yang muncul mulai dari masa konsepsi hingga dewasa.
3. Pada pertumbuhan dan perkembangan terjadi hilangnya ciri-ciri lama yang ada selama masa pertumbuhan, seperti hilangnya kelenjar timus, lepasnya gigi susu, atau hilangnya refleks-refleks tertentu.
4.  Dalam pertumbuhan terdapat ciri baru yang secara perlahan mengikuti proses kematangan, seperti adanya rambut pada daerah aksila, pubis, atau dada.

Perkembangan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1.  Perkembangan selalu melibatkan proses pertumbuhan yang diikuti dari perubahan fungsi, seperti perkembangan sistem reproduksi akan diikuti perubahan pada fungsi alat kelamin.
2. Perkembangan memiliki pola yang konstan dengan hukum tetap, yaitu perkembangan dapat terjadi dari daerah kepala menuju ke arah kaudal atau dari bagian proksimal ke bagian distal.


5
3.  Perkembangan memiliki tahapan yang berurutan mulai dari kemampuan melakukan hal yang sederhana menuju kemampuan melakukan hal yang sempurna.
4. Perkembangan setiap individu memiliki kecepatan pencapaian perkembangan yang berbeda.
5.  Perkembangan dapat menentukan pertumbuhan tahap selanjutnya, di mana tahapan  perkembangan harus melewati tahap demi tahap (Narendra, 2002).

2.      Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan

2.1    Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan
              Pada dasarnya pertumbuhan manusia itu berbeda satu dengan yang lainnya karena mereka memiliki perbedaan genetic dan asupan dari masing-masing manusia. Sehingga bisa dikatakan bahwa faktor dari pertumbuhan manusia itu sendiri merupakan hal penting dalam perkembangan manusia . Faktor-faktornya adalah :
1.      Faktor Genetik (Keturunan)
Faktor ini merupakan factor utama yang dimiliki oleh seorang manusia dalam awal pertumbuhannya. Faktor ini sangat berpengaruh dalam proses pertumbuhannya dari bayi sampai dewasa. Biasanya factor genetic ini susah untuk diubah, karena sudah terbentuk dan melekat pada si manusia sejak mereka lahir. Dan sekalipun bisa diubah itu memerlukan waktu yang cukup lama untuk mengubahnya. Contoh factor-faktor genetic manusia ; postur tubuh, warna rambut, warna kulit, sifat, tempramen dan lain-lain.
2.      Faktor Asupan
Faktor ini juga mempengaruhi dalam proses pertumbuhan manusia. Dengan pemberian asupan seperti makanan, vitamin, buah-buahah, sayuran, dll secara teratur dalam proses pertumbuhannya maka akan terbentuklah manusia yang  sehat, baik sehat fisik dan sehat psikis. Asupan juga berpengaruh dengan cara berfikir, pertumbuhan badan, dan lain-lain.
6
3.      Faktor Lingkungan
Setelah kedua factor diatas telah dilewati segeralah anda mengetahui factor yang satu ini, factor lingkungan merupakan cara pembelajaran para manusia dalam pembangunan karakter secara alamiah dengan kata lain proses belajarnya secara otomatis. Maka dengan itu lingkungan berpengaruh dalam pembangunan sifat dan karakter mereka. Apabila factor gen dan asupan mereka telah terpenuhi dengan baik tetapi ia bergaul dan hidup dilingkungan yang salah (tidak baik) maka akan menghasilkan manusia yang tidak baik pula.
Sedangkan faktor pertumbuhan organisme pada manusia, diantaranya yaitu:
1)      Faktor sebelum lahir
Misalnya peristiwa kekurangan nutrisi pada ibu dan janin, janin terkena virus, keracunan sewaktu bayi ada dalam kandungan, terkena infeksi oleh bakteri virus dan lain-lain
2)      Faktor ketika lahir
Antara lain : pendaran pada bagian kepala bayi yang disebabkanoleh tekanan dari dinding rahim ibu sewaktu ia dilahirkan.
3)      Faktor sesudah lahir
Antar lain: pengalaman traumatik pada kepala, kepala bagian dalam terluka, kepala terpukul atau mengalami serangan sinar matahari.
4)      Faktor psikologis
Misalnya bayi yang ditinggal ibu, ayah atau kedua orangtuanya. Sebab lain ialah dibesarkan didalam institusional sehingga kurang mendapat perawatan jasmaniah dan cinta kasih. Anak-anak tersebut kemungkinan besar mengalami kehampaan jiwa, sehingga mengakibatkan kelambatan pertumbuhan fungsi jasmani dan rohani terutama perkembangan inteligensi dan emosi.


7
2.2    Faktor yang mempengaruhi perkembangan
       Perkembangan anak tidak berlangsung secara makanis-otomatis sebab perkembangan terjadi sangat bergantung pada beberapa faktor secara simultan. Faktor tersebut antara lain :
1.      Faktor hereditas (warisan sejak lahir/ bawaan)
Hereditas merupakan factor pertama yang mempengaruhi perkembangan individu. Dalam hal ini hereditas diartikan sebagai totalitas karakteristik individu yang diwariskan orangtua kepada anak, atau segala potensi, baik fisik maupun psikis yang dimiliki individu sejak masa konsepsi (pembuahan ovum oleh sperma) sebagai pewarisan dari pihak orangtua melalui gen-gen.
2.      Faktor lingkungan
Urie Bronfrenbrenner & Ann Crouter mengemukakan bahwa lingkungan perkembangan merupakan “berbagai peristiwa, situasi atau kondisi di luar organism yang diduga mempengaruhi atau dipengaruhi oleh perkembangan individu”. Lingkungan ini terdiri atas:
a.       Fisik, yaitu meliputi segala sesuatu dari molekul yang ada di sekitar janin sebelum lahir sampai kepada rancangan arsitektur suatu rumah.
b.      Sosial, yaitu meliputi seluruh manusia yang secara potensial mempengaruhi dan dipengaruhi oleh perkembangan individu.
c.       Kematangan fungsi-fungsi organis dan psikis, Kematangan merupakan fase perubahan yang dialami oleh individu karena pengaruh genetic dan berlangsung secara bertahap.
d.     
8
 
Aktifitas anak sebagai subyek bebas yang berkemauan, kemampuan seleksi, bisa menolak atau menyetujui, punya emosi, serta usaha membangun diri sendiri .Setiap fenomena atau gejala perkembangan anak merupakan produk dari kerjasama dan pengaruh timbal balik antara potensialitas hereditas dengan faktor-faktor lingkungan. Sehingga perkembangan merupakan produk dari pertumbuhan berkat pematangan fungsi-fungsi fisik, pematangan fungsi-fungsi fisik, pematangan fungsi-fungsi psikis dan usaha belajar oleh subyek anak dalam mencobakan segenap potensialitas rohani dan jasmaninya.
3.      Pengaruh pertumbuhan dan perkembangan terhadap belajar anak
Dalam belajar yang terlihat bukan hanya kegiatan fisik, tetapi diikuti oleh proses mental. Kegiatan fisik mempunyai arti penting dalam kegiatan belajar. Keberhasilan anak melewati fase pertumbuhan fisik membuat anak menjadi orang yang siap secara fisik. Proses perkembangan fisik anak berlangsung kurang lebih selama dua dekade (dasawarsa) sejak ia lahir. Lonjakan perkembangan terjadi pada masa anak menginjak usia remaja antara 12 atau 13 tahun hingga 21 atau 22 tahun. Pada saat perkembangan berlangsung, beberapa bagian jasmani seperti kepala dan otak yang pada waktu dalam rahim berkembang tidak seimbang (tidak secepat badan dan kaki), mulai menunjukkan perkembangan yang cukup berarti hingga bagian-bagian lainnya menjadi matang. (Muhibbin Syah, 1999:13)
Seiring dengan meningkatnya usia anak, gerakan anak pun semakin lincah. Anak sudah mampu memanfaatkan anggota tubuhnya untuk mempelajari keterampilan-keterampilan tertentu. Keterampilan indrawi-jasmani adalah satu keterampilan yang memerlukan koordinasi dan organisasi psikofisik anak, misalnya keterampilan menggambar, diterapkan agar anak tidak hanya menggambar saja tetapi juga menggambar apa yang ada pada imajinasinya atau ide masing-masing.
Selain perkembangan fisik yang mempengaruhi belajar anak, yang tidak kalah penting mempengaruhi belajar anak adalah perkembangan kognitif. Istilah kognitif berasal dari kata cognition yang padanannya knowing berarti mengetahui, dalam arti luas kognitif adalah perolehan, penataan dan penggunaan pengetahuan.
9
 
Sebagian besar psikolog, terutama psikolog kognitif berkeyakinan bahwa proses perkembangan kognitif manusia mulai berlangsung sejak ia baru lahir. Bekal dan modal dasar perkembangan manusia, yaitu kapasitas motor dan kapasitas sensori sampai batas tertentu dipengaruhi oleh kognitif.
Melalui pancaindera anak melakukan aktivitas kognitif untuk mendapatkan pengalaman langsung dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sosialnya. Kesan dari pengalaman langsung itu tidak akan hilang dari ingatan meski anak sudah meninggalkan objek sebenarnya. Ini artinya anak dapat menyimpan objek yang telah hilang dan menggantikannya dalam bentuk representasi mental. Inilah yang menurut Jean Piaget (18961-980), seorang pakar terkemuka dalam disiplin psikologi kognitif dan psikolog anak yang disebut object permanence (ketetapan benda), yaitu anggapan bahwa sebuah benda akan tetap ada walaupun sudah ditinggalkan atau tidak dilihat lagi. Menurutnya keracuan skema tidak dapat dihindari, efeknya justru menjadi penghalang dalam pembentukan struktur-struktur mental berikutnya. Skema dari Piaget ini dapat disejajarkan dengan istilah “struktur kognitif”, yaitu mengingat pengetahuan  mengenai mata pelajaran yang cenderung diorganisasi atau disusun secara berturut dan hierarki, apa yang telah diketahui anak dan sejauh mana anak mengetahuinya jelas mempengaruhi kesiapan anak mempelajari hal-hal baru.
Dalam belajar, semakin baik struktur kognitif yang dilakukan oleh anak, maka semakin mapanlah penguasaan anak atas bahan pelajaran yang telah dikuasai. Agar struktur kognitif dapat dibentuk dengan baik di dalam memori, anak dapat menggunakan “jembatan logika” dalam belajar. Kemampuan berpikir anak dipengaruhi kapasitas inteligensi sebagai potensi yang bersifat bawaan. Kualitas inteligensi anak mempengaruhi kemampuan anak untuk membentuk struktur kognitif.
10
 
Dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan dan perkembangan anak sangat berpengaruh terhadap belajar anak karena semakin baik struktur kognitif yang dilakukan oleh anak, maka semakin mapanlah penguasaan anak atas bahan pelajaran yang telah dikuasai. Hal ini disebabkan intelegensi yang mempengaruhi kemampuan berpikirnya.
BAB III

KESIMPULAN

A.    Kesimpulan
Pertumbuhan : bertambah besar dalam aspek fisik akibat bertambahnya jumlah sel-sel tubuh dan jumlah zat interseluler. Perkembangan : bertambahnya ketrampilan dan fungsi dalam hal yang kompleks sesuai dengan tingkatan umurnya. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan adalah: faktor heredokonstitusionil (jenis kelamin, ras, keluarga, umur) dan faktor lingkungan baik itu prenatal maupun pascanatal.
Pertumbuhan dan perkembangan anak sangat berpengaruh terhadap belajar anak karena semakin baik struktur kognitif yang dilakukan oleh anak, maka semakin mapanlah penguasaan anak atas bahan pelajaran yang telah dikuasai.

B.     Saran
Bagi rekan-rekan mahasiswa sebagai calon guru, diharapkan untuk mengetahui dam memahami tentang pertumbuhan dan perkembangan anak, karena pertumbuhan dan perkembangan sangat berpengaruh terhadap belajar anak.










11
DAFTAR PUSTAKA






























12Bottom of Form


Tidak ada komentar:

Posting Komentar